Rabu, 18 Januari 2012

ISO INDUSTRI GRAFIKA

ISO (International Standar) yang wajib diperhatikan di dalam Dunia Percetakan (Industri Grafika)
mempergunakan referensi standar internasional sebagai berikut:
  1. ISO 2846-1:2006 Graphic technology — Colour and transparency of printing ink sets for four-colour printing — Part 1: Sheet-fed and heat-set web offset lithographic printing
  2. ISO 3664:2000_FDIS4a Viewing conditions - Graphic technology and photography
  3. ISO 12218:1997 Graphic technology — Process control — Offset Platemaking
  4. ISO 12635:2008 Graphic technology — Plates for offset printing — Dimensions
  5. ISO 12636:1998 Graphic technology — Blankets for offset printing
  6. ISO 12637-2:2008 Graphic technology — Vocabulary — Part 2: Prepress terms
  7. ISO 12640-4:2009_DIS Graphic technology — Prepress digital data exchange — Part 4: Wide gamut display-referred standard colour image data [Adobe RGB (1998)/SCID]
  8. ISO 12643-1:2011_CD Graphic technology — Safety requirements for graphic technology equipment and systems — Part 1: General requirements
  9. ISO 12646:2009_WD Graphic technology — Displays for colour proofing — Characteristics and viewing conditions
  10. ISO 12647-1:2011_DIS Graphic technology — Process control for the production of half-tone colour separations, proof and production prints — Part 1: Parameters and measurement methods
  11. ISO 12647-2:2004 Graphic technology — Process control for the production of half-tone colour separations, proof and production prints — Part 2: Offset lithographic processes
  12. ISO 12647-2:2011_DIS Graphic technology — Process control for the production of half-tone colour separations, proof and production prints — Part 2: Offset lithographic processes.
  13. ISO 12647-7:2005_CD Graphic technology — Process control for the production of half-tone colour separations, proof and production prints — Part 7: Off-press proofing processes working directly from digital data.
  14. ISO 12647-8:2011_FDIS Graphic technology — Process control for the production of half-tone colour separations, proof and production prints — Part 8: Validation print processes working directly from digital data.
  15. ISO 13655:2009_DIS Graphic technology — Spectral measurement and colorimetric computation for graphic arts images.
  16. ISO 15076-1:2009_DIS Image technology colour management — Architecture, profile format and data structure — Part 1: Based on ICC.1:2004-10.
  17. ISO 15339-1:2011_DIS Graphic technology — Printing from digital data across multiple technologies — Part 1: Principles and characterized reference printing conditions.
  18. ISO 15397:2011_CD Graphic Technology — Communication of graphic paper properties.
  19. ISO 15930-1:2001 Graphic technology — Prepress digital data exchange — Use of PDF — Part 1: Complete exchange using CMYK data (PDF/X-1 and PDF/X-1a).
  20. ISO 16760:2011_WD Graphic technology — Prepress data exchange — Preparation and visualization of RGB images to be used in RGB-based graphics arts workflows.
  21. ISO 16761-1:2011_WD Graphic technology — Criteria and requirements for printing quality management systems — Part 1: Basic principles.
  22. ISO 17067:2011_WD Conformity assessment — Fundamentals of product certification and product certification schemes
(Sumber : Asosiasi Teknik Grafika & Media Indonesia/ATGMI)

Senin, 19 Juli 2010

STANDAR UKURAN KERTAS

Ukuran kertas ISO A
  • A0 = 841 mm x 1189 mm
  • A1 = 594 mm x 841 mm
  • A2 = 420 mm x 594 mm
  • A3 = 297 mm x 420 mm
  • A4 = 210 mm x 297 mm
  • A5 = 148 mm x 210 mm
  • A6 = 105 mm x 148 mm
  • A7 = 74 mm x 105 mm
  • A8 = 52 mm x 74 mm
  • A9 = 37 mm x 52 mm
  • A10 = 26 mm x 37 mm

Dari mana datangnya ukuran standar kertas A? Sisi panjang dari kertas dinyatakan dalam satuan meter. Ukuran acuan untuk A0 adalah akar pangkat empat dari 2 (118.9 cm). Sedangkan ukuran lebarnya adalah 1 per akar pangkat empat dari 2 (84.1 cm). Kertas A0 memiliki luas permukaan 1 meter persegi. Dipakai paling banyak; mulai dari brosur, makalah, hasil fotokopian, dokumen-dokumen, dan sebagainya.

Ukuran kertas ISO B

  • B0 = 1000 mm x 1414 mm
  • B1 = 707 mm x 1000 mm
  • B2 = 500 mm x 707 mm
  • B3 = 353 mm x 500 mm
  • B4 = 250 mm x 353 mm
  • B5 = 176 mm x 250 mm
  • B6 = 125 mm x 176 mm
  • B7 = 88 mm x 125 mm
  • B8 = 62 mm x 88 mm
  • B9 = 44 mm x 62 mm
  • B10 = 31 mm x 44 mm


Ukuran acuan untuk kertas B0 adalah akar kuadrat dari 2 (untuk panjang), dan 1 meter (untuk lebar). Dipakai untuk amplop dan paspor.

Ukuran kertas ISO C

  • C0 = 917 mm x 1297 mm
  • C1 = 648 mm x 917 mm
  • C2 = 458 mm x 648 mm
  • C3 = 324 mm x 458 mm
  • C4 = 228 mm x 324 mm
  • C5 = 162 mm x 228 mm
  • C6 = 114 mm x 162 mm
  • C7 = 81 mm x 114 mm
  • C8 = 57 mm x 81 mm
  • C9 = 40 mm x 57 mm
  • C10 = 28 mm x 40 mm

Ukuran acuan kertas C0 memiliki luas sama dengan rata-rata luas kertas A0 dan B0. Kertas C hanya dipakai untuk amplop.

Kertas US Standard (North American) dan lainnya

  • Letter 216 mm x 279 mm
  • Legal 216 mm x 356 mm
  • Juniorlegal 203 mm x 127 mm
  • Ledger 432 mm x 279 mm
  • Tabloid 279 mm x 432 mm
  • Government Letter 203 mm x 267 mm
  • Kuarto 229 mm x 279 mm
  • Folio 210 mm x 330 mm
  • Memo 140 mm x 216 mm

Selasa, 23 Maret 2010

Brainstorming


Teknik brainstorming dipopulerkan oleh Alex F. Osborn dalam bukunya Applied Imagination. Istilah brainstorming mungkin istilah yang paling sering digunakan, tetapi juga merupakan teknik yang paling tidak banyak dipahami. Orang menggunakan istilah brainstroming untuk mengacu pada proses untuk menghasilkan ide-ide baru atau proses untuk memecahkan masalah.

Teknik brainstorming adalah teknik untuk menghasilkan gagasan yang mencoba mengatasi segala hambatan dan kritik. Kegiatan ini mendorong munculnya banyak gagasan, termasuk gagasan yang nyleneh, liar, dan berani dengan harapan bahwa gagasan tersebut dapat menghasilkan gagasan yang kreatif. Brainstorming sering digunakan dalam diskusi kelompok untuk memecahkan masalah bersama. Brainstorming juga dapat digunakan secara individual.
Sentral dari brainstorming adalah konsep menunda keputusan. Ketentuan dasar dari brainstorming adalah sebagai berikut:

  1. Tunda Keputusan. Jangan melakukan kritik terhadap setiap gagasan yang muncul. Jangan pula melakukan evaluasi terhadap gagasan tersebut. Gagasan dipilih setelah sekian banyak gagasan dilontarkan.
  2. Munculkan sebanyak mungkin gagasan. Munculkan gagasan sebanyak-banyaknya. Gunakan gagasan yang aneh dan lucu untuk merangsang gagasan-gagasan lain yang lebih baik.

Orang umumnya sangat hebat dalam menilai dan mengkritik. Mereka cenderung teralalu cepat menghambil keputusan, tanpa memberi kesempatan suatu gagasan berkembang. Banyak sekali contohnya. JK Rowling sempat ditolak oleh banyak penerbit ketika menawarkan kisah Harry Potter-nya yang sangat laris itu. KFC pernah ditolak berkali-kali sebelum menjadi makanan terkenal seperti sekarang. Percobaan Edison tentang bola lampu listrik telah diprotes oleh rektor sebuah universitas terkenal sebagai kesesatan yang disadari.

Jika Anda menggunakan teknik brainstorming dalam rapat, lakukan langkah-langkah berikut:

  1. Tuliskan permasalahan di papan tulis. Jelaskan masalah tersebut sehingga seluruh perserta rapat memiliki presepsi yang sama.
  2. Persilahkan hadirin menyampaikan gagasannya. Jangan ada kritik, sangahan, atau evaluasi, apapun alasannya.
  3. Munculkan sebanyak mungkin gagasan. Gunakan gagasan orang lain untuk merangsang gagasan kita sendiri. Gunakan gagasan yang aneh, nyleneh, liar, norak, dan berani untuk merangsang gagasan yang lebih baik.
  4. Setelah sejumlah gagasan diperoleh, lakukan evaluasi kritis terhadap gagasan yang ada. Pilihlah gagasan terbaik.